APA
YANG PERLU DIKETAHUI BILA SI KECIL BATUK ?
dr Dimas Tri Anantyo, SpA
Batuk merupakan
salah satu gejala yang sering timbul pada anak dan menyebabkan kekhawatiran
orang tua. Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernafasan dan
merupakan suatu reaksi tubuh terhadap rangsangan pada reseptor batuk
misalnya adanya lendir, zat makanan
tertentu, debu, asap, dan lain sebagainya. Umumnya anak normal dan sehat dapat
mengalami batuk hingga 11 kali per hari. Meskipun demikian batuk dapat mejadi
makin parah saat terjadi infeksi saluran respiratori akut yang dapat mengganggu
kualitas hidup anak.
Apa itu batuk ?
Batuk adalah
manuver ekspulsif paksa udara dari rongga dada, melalui glotis yang terbuka
mendadak, berbunyi khas, dan merupakan refleks protektif (perlindungan),
merupakan gerakan volunter maupun involunter yang berperan pada imunitas non
spesifik sistem respiratori bekerjasama dengan bersihan mukosiliar.
Bagaimana mekanisme terjadinya batuk ?
Trigger (rangsangan penyebab batuk)
ê
rangsangan pada reseptor batuk
ê
mengaktifkan saraf aferen
í î
Rapidly adapting
irritant receptor Capsaicin-sensitive unmyelinated bronchial C
fibers
ê ê
di
trakea, karina, bronkhiolus, OAE di bronkhus
membran
timpany, pleura, perikardium
ê ê
sensitif
thd rangsang mekanik/kimia sensitif
thd rangsang kimia
ê
dihantarkan nervus vagus, glosofaring,
trigeminus
ê
medula oblongata (pusat batuk)
ê
diteruskan ke nervus eferen
retroambiugalis dan ambigus
ê
dilanjutkan ke nervus frenikus dan
vagus
ê
konstriksi otot polos dan hipersekresi
mukus
oleh kelenjar submukosa
Zat apa sajakah yang
dapat menimbulkan batuk ?
·
Mediator
inflamasi (histamin, bradikinin, prostaglandin)
·
Iritan
kimia (nikotin, sulfur, klor, asam sitrat, asam asetat)
·
Larutan
osmotik (NaCl hipertonik, larutan gula dan urea)
·
Mekanik
(lendir, sputum, bronkokonstriksi, instrumentasi, aerosol, debu)
Bagaimana cara membedakan
batuk ?
Berdasarkan
durasi/lama batuk :
· Batuk
akut à apabila berlangsung kurang dari 2
minggu
· Batuk
kronik à apabila berlangsung 2 minggu atau
lebih
· Batuk
kronik berulang à
berlangsung selama 2 minggu dan/atau batuk yang berulang setidaknya 3 episode
dalam 3 bulan berturut-turut dengan/tanpa gejala respiratori/non respiratori
lain
Berdasarkan karakteristik
batuk :
· Batuk
kering à akibat iritasi saluran
respiratori/inflamasi di luar saluran respiratori (dapat merupakan fase awal
penyakit saluran nafas maupun diluar saluran nafas, seperti infeksi telinga)
· Batuk
basah, berdahak à
akibat hipersekresi atau gangguan bersihan mukosiliar (fase lanjutan penyakit
seperti bacterial bronchitis, pneumonia, bronkhiektasis, asma)
· Batuk
paroksismal/whoop à
pertusis/pertussis like cough
Apa yang menjadi penyebab batuk ?
Batuk akut :
·
Infeksi
respiratori akut (virus/bakteri) à self limiting
disease
·
Inhalasi
zat iritatif (asap rokok, debu, dll)
·
Riwayat
tersedak (benda padat/cair)
Batuk kronik :
· Bayi
à kongenital, infeksi, asma, pneumonia
aspirasi, GERD, perokok pasif
· Anak
prasekolah à
aspirasi, pasca infeksi virus, asma, TB, pertusis, OMSK, GERD, bronkhiektasis,
perokok pasif
· Anak
sekolah à asma, perokok aktif, sinusitis, pasca
infeksi virus, infeksi, TB, OMSK, bronkiektasis, psikogenik, tumor
Bagaimana mengobati batuk pada si kecil
?
Tatalaksana
batuk pada anak disesuaikan dengan penyakit dasar, misalnya bila disebabkan
asma, pengobatan disesuaikan dengan Pedoman Nasional Asma Anak, bila akibat TB
disesuaikan dengan Pedoman Nasional Tuberkulosis Anak. Yang perlu diperhatikan
saat anak batuk, pemberian minum pada anak dan ASI pada bayi sangat diperlukan
untuk mencegah dehidrasi pada anak yang dapat memperburuk penyakit. Rehidrasi
yang optimal dapat membantu meluruhkan dahak di saluran nafas anak.
Apakah obat mukoaktif dapat diberikan
pada batuk si kecil ?
Sebelum
mengetahui efek terapi dari mukoaktif, terlebih dahulu kita harus mengetahui
apa yang dimaksud mukoaktif. Mukoaktif adalah jenis obat yang dapat mengubah
komponen yang mengatur kekentalan mukus/lendir untuk membantu bersihan jalan
napas sehingga tidak terjadi obstruksi akibat sekresi mukus yang abnormal.
Apa saja yang termasuk obat mukoaktif ?
· Mukolitik
adalah obat dengan mekanisme kerja mengurangi kekentaan mukus/lendir dengan
cara memutus ikatan polimer mukus. Contoh obat tersebut diantaranya
n-asetilsistein, ambroksol, erdostein
· Mukokinetik
adalah obat dengan mekanisme kerja memperbaiki bersihan jalan napas saat batuk
dengan meningkatkan aliran udara atau mengubah interaksi mukus-epitel. Contoh
obat tersebut diantaranya bronkodilator, surfaktan, ambroksol
· Mukoregulator
adalah obat dengan mekanisme kerja menghambat produksi dan/atau sekresi mukus.
Contoh obat yang termasuk adalah antikolinergik
· Ekspektoran
adalah obat dengan mekanisme kerja meningkatkan hidrasi mukus dengan cara
meningkatkan sekresi air di saluran repiratori dan/atau penambahan air secara
langsung pada sediaan obat. Contohnya adalah guaifenesin
Dari
keseluruhan jenis obat mukoaktif tersebut, mukolitik terbukti lebih efektif
untuk mengatasi batuk akut, dan dapat diberikan bersama antibiotik bila
terindikasi. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk jenis obat herbal
yang memiliki efek mukolitik dalam tatalaksana batuk pada anak. Guaifenesin
tidak terbukti efektif sebagai ekspektoran dalam menghidarsi mukus pada anak.
Apabila si kecil batuk apakah boleh diberikan
madu?
Madu dapat
diberikan pada anak berusia lebih dari 1 tahun dengan keluhan batuk, dan dapat
lebih efektif dibandingkan tidak
diberikan apa-apa. Namun demikian masih kurang bukti untuk mendukung
efektivitas madu dalam mengurangi durasi batuk. Tidak aada bukti kuat yang
melarang penggunaan madu pada anak dengan batuk.
Apakah bronkodilator, kortikosteroid,
dan antihistamin dapat efektif untuk meredakan batuk si kecil ?
Bila si kecil
batuk, bronkodilator dapat efektif diberikan sebagai obat pereda dalam
tatalaksana asma. Kortikosteroid dapat digunakan secra terbatas pada anak
dengan batuk, yaitu secara sisteik pada serangan asma, croup, dan secara
topikal pada tatalaksana jangka panjang asma sebagai pengendali, rinitis
alergi, dan rinosinusitis. Antihistamin generasi pertama tidak dianjurkan
karena dapat mengentalkan mukus di saluran respiratori. Antihistamin generasi
kedua atau ketiga dapat diberikan pada batuk yang disebabkan karena rinitis
alergi.
Apakah antibiotik dapat diberikan bila
si kecil batuk ?
Antibiotik
tidak efektif diberikan pada anak dengan batuk akut yang diduga kuat disebabkan
oleh virus yang bersifat swasirna (self
limiting disease). Antibiotik harus diberikan pada pasien anak dengan
penyebab bakterial seperti pneumonia, faringitis streptokokus, dan otitis media
akut bakterial dengan pilihan antibiotik golongan penisilin (amoksisilin,
amoksisilin klavulanat). Jika batuk disebabkan oleh pertusis atau pneumonia
atipik, antibiotika makrolida merupakan obat pilihan untuk terapi.
Apakah antitusif dapat diberikan untuk
batuk si kecil ?
Bila si kecil
batuk, itu merupakan refleks protektif atau perlindungan dari saluran
respiratorinya. Oleh karena itu penekanan refleks batuk tidak boleh dilakukan
tanpa mengidentifikasi dan menatalaksana penyebabnya. Penggunaan kodei dilarang
dalam tatalaksana batuk pada anak karena risiko terjadinya gangguan bernapas.
Pada pasien dengan asma, pemberian antitusif merupakan kontraindikasi.
Apakah pemberian obat batuk yang
mengandung beberapa zat aktif aman diberikan pada batuk si kecil ?
Obat batuk yang
berisi gabungan beberapa zat aktif disebut obat OTC (Over The Counter medicine)
yang antara lain mengandung salah satu atau beberapa dari jenis obat berikut
yaitu antitusif, antihistamin, kombinasi antihstamin-dekongestan, kombinasi
bronkodilator-antitusif, serta kombinasi dengan parasetamol. Obat OTC biasanya
sering digunakan pada anak dengan batuk akut, meskipun demikian obat OTC tidak
efektif mengatasi batuk pada anak dan dapat menimbulkan bahaya polifarmaka (interaksi
beberapa jenis obat). Obat OTC dengan kandungan kodein, dekstrometrofan tidak
direkomendasikan dan dapat menimbulkan bahaya gangguan napas pada anak.
Apabila si
kecil batuk, orangtua tidak perlu khawatir berlebihan terlebih dahulu, karena
batuk si kecil merupakan bagian dari mekanisme pertahanan sistem respiratori si
kecil. Apabila batuk makin parah, batuk dapat menjadi kondisi patologis dengan
berbagai penyakit yang mendasri sehingga mencari penyebab batuk penting
dilakukan untuk mentatalaksana batuk pada si kecil. Meskipun demikian pemberian
obat untuk mengatasi batuk pada anak harus memperhatikan efektivitas dan
keamanan serta harus diberikan secara hati hati dan tepat guna demi kesembuhan
batuk si kecil.
Sumber :
Rekomendasi Diagnosis dan Tata Laksana Batuk Pada Anak. IDAI. 2017
Sumber gambar : https://www.todaysparent.com/kids/preschool/everything-you-need-to-know-about-cough-medications/