Sunday, October 22, 2017

APA YANG PERLU DIKETAHUI BILA SI KECIL BATUK ?
dr Dimas Tri Anantyo, SpA


Batuk merupakan salah satu gejala yang sering timbul pada anak dan menyebabkan kekhawatiran orang tua. Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernafasan dan merupakan suatu reaksi tubuh terhadap rangsangan pada reseptor batuk misalnya  adanya lendir, zat makanan tertentu, debu, asap, dan lain sebagainya. Umumnya anak normal dan sehat dapat mengalami batuk hingga 11 kali per hari. Meskipun demikian batuk dapat mejadi makin parah saat terjadi infeksi saluran respiratori akut yang dapat mengganggu kualitas hidup anak.

Apa itu batuk ?
Batuk adalah manuver ekspulsif paksa udara dari rongga dada, melalui glotis yang terbuka mendadak, berbunyi khas, dan merupakan refleks protektif (perlindungan), merupakan gerakan volunter maupun involunter yang berperan pada imunitas non spesifik sistem respiratori bekerjasama dengan bersihan mukosiliar.

Bagaimana mekanisme terjadinya batuk ?
Trigger (rangsangan penyebab batuk)
ê
rangsangan pada reseptor batuk
ê 
mengaktifkan saraf aferen
í          î
Rapidly adapting irritant receptor   Capsaicin-sensitive unmyelinated bronchial C fibers
ê                    ê
di trakea, karina, bronkhiolus, OAE                   di bronkhus
membran timpany, pleura, perikardium
ê                    ê
sensitif thd rangsang mekanik/kimia       sensitif thd rangsang kimia
         ê
dihantarkan nervus vagus, glosofaring, trigeminus
ê
medula oblongata (pusat batuk)
ê
diteruskan ke nervus eferen retroambiugalis dan ambigus
ê
dilanjutkan ke nervus frenikus dan vagus
ê
konstriksi otot polos dan hipersekresi mukus
oleh kelenjar submukosa

Zat apa sajakah yang dapat menimbulkan batuk ?
·      Mediator inflamasi (histamin, bradikinin, prostaglandin)
·      Iritan kimia (nikotin, sulfur, klor, asam sitrat, asam asetat)
·      Larutan osmotik (NaCl hipertonik, larutan gula dan urea)
·      Mekanik (lendir, sputum, bronkokonstriksi, instrumentasi, aerosol, debu)

Bagaimana cara membedakan batuk ?
Berdasarkan durasi/lama batuk :
·      Batuk akut à apabila berlangsung kurang dari 2 minggu
·      Batuk kronik à apabila berlangsung 2 minggu atau lebih
·   Batuk kronik berulang à berlangsung selama 2 minggu dan/atau batuk yang berulang setidaknya 3 episode dalam 3 bulan berturut-turut dengan/tanpa gejala respiratori/non respiratori lain

Berdasarkan karakteristik batuk :
·   Batuk kering à akibat iritasi saluran respiratori/inflamasi di luar saluran respiratori (dapat merupakan fase awal penyakit saluran nafas maupun diluar saluran nafas, seperti infeksi telinga)
·  Batuk basah, berdahak à akibat hipersekresi atau gangguan bersihan mukosiliar (fase lanjutan penyakit seperti bacterial bronchitis, pneumonia, bronkhiektasis, asma)
·     Batuk paroksismal/whoop à pertusis/pertussis like cough

Apa yang menjadi penyebab batuk ?
Batuk akut :
·      Infeksi respiratori akut (virus/bakteri) à self limiting disease
·      Inhalasi zat iritatif (asap rokok, debu, dll)
·      Riwayat tersedak (benda padat/cair)
    Batuk kronik :
·     Bayi à kongenital, infeksi, asma, pneumonia aspirasi, GERD, perokok pasif
·     Anak prasekolah à aspirasi, pasca infeksi virus, asma, TB, pertusis, OMSK, GERD, bronkhiektasis, perokok pasif
·   Anak sekolah à asma, perokok aktif, sinusitis, pasca infeksi virus, infeksi, TB, OMSK, bronkiektasis, psikogenik, tumor

Bagaimana mengobati batuk pada si kecil ?
Tatalaksana batuk pada anak disesuaikan dengan penyakit dasar, misalnya bila disebabkan asma, pengobatan disesuaikan dengan Pedoman Nasional Asma Anak, bila akibat TB disesuaikan dengan Pedoman Nasional Tuberkulosis Anak. Yang perlu diperhatikan saat anak batuk, pemberian minum pada anak dan ASI pada bayi sangat diperlukan untuk mencegah dehidrasi pada anak yang dapat memperburuk penyakit. Rehidrasi yang optimal dapat membantu meluruhkan dahak di saluran nafas anak.

Apakah obat mukoaktif dapat diberikan pada batuk si kecil ?
Sebelum mengetahui efek terapi dari mukoaktif, terlebih dahulu kita harus mengetahui apa yang dimaksud mukoaktif. Mukoaktif adalah jenis obat yang dapat mengubah komponen yang mengatur kekentalan mukus/lendir untuk membantu bersihan jalan napas sehingga tidak terjadi obstruksi akibat sekresi mukus yang abnormal.

Apa saja yang termasuk obat mukoaktif ?
·  Mukolitik adalah obat dengan mekanisme kerja mengurangi kekentaan mukus/lendir dengan cara memutus ikatan polimer mukus. Contoh obat tersebut diantaranya n-asetilsistein, ambroksol, erdostein
·   Mukokinetik adalah obat dengan mekanisme kerja memperbaiki bersihan jalan napas saat batuk dengan meningkatkan aliran udara atau mengubah interaksi mukus-epitel. Contoh obat tersebut diantaranya bronkodilator, surfaktan, ambroksol
·     Mukoregulator adalah obat dengan mekanisme kerja menghambat produksi dan/atau sekresi mukus. Contoh obat yang termasuk adalah antikolinergik
·   Ekspektoran adalah obat dengan mekanisme kerja meningkatkan hidrasi mukus dengan cara meningkatkan sekresi air di saluran repiratori dan/atau penambahan air secara langsung pada sediaan obat. Contohnya adalah guaifenesin
Dari keseluruhan jenis obat mukoaktif tersebut, mukolitik terbukti lebih efektif untuk mengatasi batuk akut, dan dapat diberikan bersama antibiotik bila terindikasi. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk jenis obat herbal yang memiliki efek mukolitik dalam tatalaksana batuk pada anak. Guaifenesin tidak terbukti efektif sebagai ekspektoran dalam menghidarsi mukus pada anak.

Apabila si kecil batuk apakah boleh diberikan madu?
Madu dapat diberikan pada anak berusia lebih dari 1 tahun dengan keluhan batuk, dan dapat lebih efektif  dibandingkan tidak diberikan apa-apa. Namun demikian masih kurang bukti untuk mendukung efektivitas madu dalam mengurangi durasi batuk. Tidak aada bukti kuat yang melarang penggunaan madu pada anak dengan batuk.

Apakah bronkodilator, kortikosteroid, dan antihistamin dapat efektif untuk meredakan batuk si kecil ?
Bila si kecil batuk, bronkodilator dapat efektif diberikan sebagai obat pereda dalam tatalaksana asma. Kortikosteroid dapat digunakan secra terbatas pada anak dengan batuk, yaitu secara sisteik pada serangan asma, croup, dan secara topikal pada tatalaksana jangka panjang asma sebagai pengendali, rinitis alergi, dan rinosinusitis. Antihistamin generasi pertama tidak dianjurkan karena dapat mengentalkan mukus di saluran respiratori. Antihistamin generasi kedua atau ketiga dapat diberikan pada batuk yang disebabkan karena rinitis alergi.

Apakah antibiotik dapat diberikan bila si kecil batuk ?
Antibiotik tidak efektif diberikan pada anak dengan batuk akut yang diduga kuat disebabkan oleh virus yang bersifat swasirna (self limiting disease). Antibiotik harus diberikan pada pasien anak dengan penyebab bakterial seperti pneumonia, faringitis streptokokus, dan otitis media akut bakterial dengan pilihan antibiotik golongan penisilin (amoksisilin, amoksisilin klavulanat). Jika batuk disebabkan oleh pertusis atau pneumonia atipik, antibiotika makrolida merupakan obat pilihan untuk terapi.

Apakah antitusif dapat diberikan untuk batuk si kecil ?
Bila si kecil batuk, itu merupakan refleks protektif atau perlindungan dari saluran respiratorinya. Oleh karena itu penekanan refleks batuk tidak boleh dilakukan tanpa mengidentifikasi dan menatalaksana penyebabnya. Penggunaan kodei dilarang dalam tatalaksana batuk pada anak karena risiko terjadinya gangguan bernapas. Pada pasien dengan asma, pemberian antitusif merupakan kontraindikasi.

Apakah pemberian obat batuk yang mengandung beberapa zat aktif aman diberikan pada batuk si kecil ?
Obat batuk yang berisi gabungan beberapa zat aktif disebut obat OTC (Over The Counter medicine) yang antara lain mengandung salah satu atau beberapa dari jenis obat berikut yaitu antitusif, antihistamin, kombinasi antihstamin-dekongestan, kombinasi bronkodilator-antitusif, serta kombinasi dengan parasetamol. Obat OTC biasanya sering digunakan pada anak dengan batuk akut, meskipun demikian obat OTC tidak efektif mengatasi batuk pada anak dan dapat menimbulkan bahaya polifarmaka (interaksi beberapa jenis obat). Obat OTC dengan kandungan kodein, dekstrometrofan tidak direkomendasikan dan dapat menimbulkan bahaya gangguan napas pada anak.

Apabila si kecil batuk, orangtua tidak perlu khawatir berlebihan terlebih dahulu, karena batuk si kecil merupakan bagian dari mekanisme pertahanan sistem respiratori si kecil. Apabila batuk makin parah, batuk dapat menjadi kondisi patologis dengan berbagai penyakit yang mendasri sehingga mencari penyebab batuk penting dilakukan untuk mentatalaksana batuk pada si kecil. Meskipun demikian pemberian obat untuk mengatasi batuk pada anak harus memperhatikan efektivitas dan keamanan serta harus diberikan secara hati hati dan tepat guna demi kesembuhan batuk si kecil.

Sumber : Rekomendasi Diagnosis dan Tata Laksana Batuk Pada Anak. IDAI. 2017
Sumber gambar : https://www.todaysparent.com/kids/preschool/everything-you-need-to-know-about-cough-medications/